Dolopo – Komitmen dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja terus dilakukan melalui kegiatan rapat identifikasi okupasi yang melibatkan mitra industri, salah satunya Batik Banaran. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kompetensi yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri saat ini.
Rapat yang dihadiri oleh pihak sekolah dan perwakilan Batik Banaran tersebut membahas berbagai jenis pekerjaan (okupasi) yang dibutuhkan di industri batik, mulai dari proses produksi, desain motif, pewarnaan, hingga pemasaran produk. Melalui identifikasi okupasi ini, sekolah dapat menyusun kurikulum dan program pembelajaran yang lebih relevan dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri.
Menariknya, kegiatan tidak hanya berhenti pada sesi diskusi dan pemetaan kebutuhan kompetensi. Seluruh guru yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk belajar membatik secara langsung bersama para pengrajin dan praktisi dari Batik Banaran. Dengan penuh antusias, para guru mengikuti setiap tahapan proses pembuatan batik, mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga teknik pewarnaan kain.
Kegiatan praktik tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para pendidik untuk memahami proses kerja di industri batik secara lebih mendalam. Selain meningkatkan wawasan, pengalaman ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Perwakilan Batik Banaran menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri merupakan kunci dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar. Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Melalui kegiatan rapat identifikasi okupasi dan pelatihan membatik bersama ini, sinergi antara sekolah dan dunia industri semakin kuat. Diharapkan, kolaborasi yang terjalin dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja dan kebutuhan industri secara nyata.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas lahir dari kerja sama yang erat antara sekolah dan mitra industri, sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.